Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio
Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio
Fertilisasi adalah peleburan antara ovum dengan sperma. Kemudian akan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi :
1. Morula
=> Peristiwa pada saat zigot mencapai 32 sel dan
berbentuk seperti buah anggur.
2. Blastula
=> Morula akan berkembang menjadi blastula. Kemudian
akan membentuk bakal janin (embrioblas) dan
trofoblas. Blastula kemudian melakukan implantasi
atau tertanamnya embrio pada uterus. Embrio adalah
zigot yang telah menempel pada dinding rahim.
Setelah dua bulan dan mulai tumbuh organ tubuh dan
sudah dilindungi selaput dan cairan, embrio
selanjutnya disebut janin (fetus).
3. Gastrula
=> Embrioblas membentuk dua lapisan yaitu ektodermis
(lapisan luar) dan endodermis (lapisan dalam).
Bagian permukaan dari ektodermis akan melakukan
pelekukan ke dalam membentuk mesodermis.
4. Organogenesis
=≥ Ketiga lapisan dasar akan membentuk jaringan,
organ, dan sistem organ
a. Ektoderm, akan membentuk
• Susunan sarag
• Hidung
• Mata
• Epidermis kulit
b. Mesoderm, akan membentuk
• Otot
• Jaringan tulang
• Sistem reproduksi
• Sistem peredaran darah
• Ginjal
c. Endoderm, akan membentuk
• Sistem pencernaan
• Sistem pernafasan
• Kandung kemih
• Hati
• Pankreas
• Kelenjar anak gondok
Sistem pendukung kehidupan embrio (berkembang bersamaan dengan terbentuknya tiga lapisan dasar) :
1. Amnion
-> cairan yang berfungsi sebagai pelindung embrio dari
goncangan dan benturan.
2. Tali pusar
-> teridiri dari dua arteri dan satu vena yang
menghubungkan bayi dengan plasenta.
3. Plasenta
-> fungsi : sebagai jalan pemberian sari makanan dari ibu
ke janin, jalan pembuangan sisa metabolisme janin ke
ibu, jalan antibiotik dari ibu ke janin, dll.
Yuhu
ReplyDeleteYihii cilin diktir
DeleteMudah dipahami👍
ReplyDeleteKamu memahami si dia gimana tuh lan
Deleterangkuman nay sangat jelas jika tiba waktu ujian nantik
ReplyDeleteBwahhaha
DeleteBermanfaat bangeet untuk ujian nantii
ReplyDeleteHwehhe
Delete🧐👍👍
ReplyDeleteApaandah naa
Delete